Rabu, Agustus 05, 2015

Jawaban Tugas 2 Manajemen Asuransi


Jawaban Tugas 2 Manajemen Asuransi

 

Soal:

 

  1. Berikan contoh dari indirect loss coverage
    Jawab:
    indirect loss coverage adalah biaya yang disebabkan oleh kerusakan atau cedera pada orang yang dilindungi atau properti, yang berada di luar lingkup kerusakan tertutup. Biaya ini disebabkan oleh kerugian yang dipertanggungkan, tetapi bukan bagian dari kerugian yang dipertanggungkan sendiri.

    Contoh:
    Oven sebuah restoran terbakar dan mengalami kerusakan, kerusakan itu adalah kerugian langsung. Jika asap dari kebakaran merusak restoran, menyebabkan operasi untuk berhenti selama berminggu-minggu, hilangnya pendapatan bisnis adalah suatu kerugian tidak langsung.

     

    2. Apa saja yang termasuk time element contract dan non time element contract. Berikan contoh masing-masing.

 

Tugas 3 Manajemen Operasi ( manajemen UT)


TUGAS 3 Sujana                                  manajemen operasi

#018469526

Soal:

1. Jelaskan mengenai konsep kualitas pada industri manufaktur dan jasa yang Anda ketahui.

2. Berikan contoh mengenai penerapan manajemen kualitas di suatu organisasi atau perusahaan.

3. Menurut Anda, bagaimana pengaruh manajemen kualitas terhadap kinerja perusahaan

Jawab: no 1

Konsep Kualitas Pada Industri Manufaktur dan Jasa

Kualitas secara umum dapat dikatakan sebagai produk dan jasa itu akan diwujudkan bila orientasi seluruh kegiatan perusahaan atau organisasi tersebut berorientasi kepada kepuasan pelanggan (customer Satisfaction). Apabila diutarakan secara rinci, kualitas memiliki dua perspektif, yaitu perspektif produsen dan perspektif konsumen, dimana bila kedua hal tersebut disatulkan maka akan tercapai kesesuaian antara kedua sisi tersebut yang dikenal sebagai kesesuaian untuk digunakan oleh konsumen. Menurut russel (1996), hal ini dapat digambarkan seperti dalam Gambar 1.1.

 

Apabila diperhatikan, maka kedua perspektif tersebut akan bertemu pada satu kata “Fitness for Consumer”. Kesesuaian yang digunakan tersebut merupakan kesesuaian antar konsumen dengan produsen sehingga dapat membuat suatu standar yang disepakati bersama dan memenuhi kebutuhan dan harapan kedua belah pihak. Kegiatan pengendalian kualitas pun tidak hanya meliputi penerapan standar produk atau proses dari pihak produsen melainkan standar yang diterapkan produsen tersebut juga harus sesuai dengan spesifikasi atau toleransi yang ditetapkan oleh pihak konsumen.

 


Gambar 2.1 Dua Perspektif Kualitas

Sumber : Russel, 1996

 

Selanjutnya ada beberapa dimensi kualitas untuk industri manufaktur dan jasa. Dimensi ini digunakan untuk melihat dari sisi manakah kualitas dinilai. Tentu saja perusahaan ada yang menggunakan salah satu dari sekian banyak dimensi kualitas yang ada. Yang dimaksud dengan dimensi kualitas tersebut, telah di uraikan oleh Garvin (1996) untuk industri manufaktur meliputi:

Performance, yaitu produk dengan fungsi utama produk itu sendiri atau karakteristik operasi dari suatu produk

Feature, yaitu ciri khas produk yang membedakan dari produk lain yang merupakan karakteristik pelengkap dan mamopu menimbulkan kesan yang baik bagi pelanggan.

Reability, yaitu kepercayaan pelanggan terhadap produk karena kehandalannya atau karena kemungkianan kerusakan yang rendah.

Conformance, yaitu kesesuaian produk dengan syarat atau ukuran tertentu atau sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Durability, yaitu tingkat ketahanan/awet produk atau lama umur produk.

Serviceability, yaitu kemudahan produk tersebut bila akan diperbaiki atau kemudahan memperoleh komponen produk tersebut.

Aesthetic, yaitu keindahan atau daya tarik produk tersebut.

Perception, yaitu fanatisme konsumen akan merek suatu produk tertentu karena citra atau reputasi produk itu sendiri.

 

Kualitas pada industri manufaktur selain menekan pada produk yang dihasilkan juga perlu dperhatikan kualitas pada proses produksi. Bahkan yang terbaik adalah apabila diperhatikan pada kualitas bukan pada produk akhir, melainkan proses produksinya atau proses yang masih ada dalam proses (Work in process), sehingga bila diketahui terdapat cacat atau kesalahan masih dapat diperbaiki. Dengan demikian produk akhir yang dihasilkan adalah produk yang bebas cacat dan tidak ada lagi pemborosan yang harus dibayar mahal karena produk tersebut harus dibuang atau dilakukan pengerjaan ulang

 

 Jawab no 2

Untuk dapat menerapkan manajemen operasi dalam suatu organisasi, diperlukan adanya prasyarat dasar yang harus dipenuhi dalam suatu organisasi, yaitu :

  1. Adanya suatu indikator kinerja (key performance indicator) yang terukur secara kuantitatif dan jelas batas waktunya. Ukuran ini harus dapat menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi oleh organisasi tersebut. Jika perusahaan yang berorientasi pada profit, maka ukurannya adalah ukuran finansial seperti omset penjualan, laba bersih, pertumbuhan penjualan dan lain-lain. Sedangkan pada organisasi nirlaba seperti organisasi pemerintahan maka ukuran kinerjanya adalah berbagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Semua harus terukur secara kuantitatif dan dapat dimengerti oleh berbagai pihak yang terkait, sehingga bila nanti dievaluasi dapat diketahui apakah kinerja sudah dapat mencapai target atau belum.
     
  2. Semua ukuran kinerja tersebut biasanya dituangkan dalam suatu bentuk kesepakatan antara atasan dan bawahan yang sering disebut sebagai suatu kontrak kinerja (performance contract). Dengan adanya kontrak kinerja, maka atasan bisa menilai apakah si bawahan sudah mencapai kinerja yang diinginkan atau belum. Kontrak kinerja ini berisikan suatu kesepakatan antara atasan dan bawahan mengenai indikator kinerja yang ingin dicapai, baik mengenai sasaran pencapaiannya maupun jangka waktu pencapaiannya.
  3. Terdapat suatu proses siklus manajemen kinerja yang baku dan dipatuhi untuk dikerjakan bersama, yaitu :
    - Perencanaan kinerja, berupa penetapan indikator kinerja lengkap dengan berbagai strategi dan program kerja yang diperlukan untuk mencapai kinerja yang diinginkan.
    - Pelaksanaan, di mana organisasi bergerak sesuai dengan rencana yang telah dibuat, jika ada perubahan akibat adanya perkembangan baru maka lakukan perubahan tersebut.
    - Evaluasi kinerja, yaitu menganalisis apakah realisasi kinerja sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan sebelumnya. Semuanya ini harus serba kuantitatif.

Adanya suatu sistem reward and punishment yang bersifat konstruktif dan konsisten dijalankan. Konsep reward ini tidak selalu harus bersifat finansial, tetapi bisa juga berupa bentuk lain seperti promosi, kesempatan pendidikan dan lain-lain. Reward and punishment diberikan setelah melihat hasil realisasi kinerja, apakah sesuai dengan indikator kinerja yang telah direncanakan atau belum. Tentu saja harus ada suatu performance appraisal atau penilaian kinerja lebih dahulu sebelum reward and punishment. Penerapan punishment ini harus hati-hati, karena dalam banyak hal pembinaan jauh lebih bermanfaat.

  1. Terdapat suatu mekanisme performance appraisal atau penilaian kinerja yang relatif obyektif yaitu dengan melibatkan berbagai pihak. Konsep yang sangat terkenal adalah penilaian 360 derajat, di mana penilaian kinerja dilakukan oleh atasan, bawahan, rekan sekerja, dan pengguna jasa, karena pada prinsipnya manusia itu berpikir secara subyektif, namun dengan berpikir bersama mampu untuk mengubah sikap subyektif i

  1. Terdapat suatu gaya kepemimpinan (leadership style) yang mengarah kepada pembentukan organisasi berkinerja tinggi. Inti dari kepemimpinan seperti ini adalah adanya suatu proses coaching, counseling, dan empowerment kepada para bawahan atau sumber daya manusia di dalam manusia. Suatu aspek lain yang sangat penting dalam gaya kepemimpinan adalah sikap followership atau menjadi pengikut. Bagaimana jadinya bila semua orang menjadi komandan dalam organisasi
    7.          Menerapkan konsep manajemen SDM berbasis kompetensi. Umumnya organisasi yang berkinerja tinggi memiliki kamus kompetensi dan menerapkan kompetensi itu tersebut kepada hal-hal yang penting, seperti manajemen kinerja, rekruitmen, seleksi, pendidikan, pengembangan pegawai, dan promosi. Kompetensi ini meliputi kompetensi inti organisasi, kompetensi perilaku.
     
    Jawab no 3

Menuriut saya bahwa manajemen kualitas berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja operasional, kinerja operasional berpengaruh signifikan dan positif terhadap keunggulan bersaing, dan manajemen kualitas berpengaruh signifikan dan positif terhadap keunggulan bersaing. Kinerja operasional lebih memperkuat pengaruh manajemen kualitas terhadap keunggulan bersaing perusahaan.

Dari data dapat, disimpulkan  bahwa kinerja operasional dapat lebih memperkuat pengaruh manajemen kualitas terhadap peningkatan keunggulan bersaing perusahaan manufaktur. Disarankan agar perusahaan dapat mengembangkan dan menerapkan nilai-nilai dari manajemen kualitas dan meningkatkan kinerja operasional dengan melakukan berbagai kebijakan untuk meningkatkan keunggulan bersaing perusahaan

Jawaban Tugas 1 Manajemen operasi (Manajemen UT)


Jawaban Tugas 1

Sujana # 018469526

 

TUGAS 1

  1. Jika diketahui biaya tetap per periode adalah dua ratus ribu rupiah, biaya variabel per unit adalah dua ratus rupiah sedangkan harga jual per unit adalah empat ratus rupiah, maka hitunglah titik impas = Biaya tetap/kontribusi margin (MI)
    MI=Rp 400 – Rp 200 = Rp 200
    Titik Impas = Rp 200000/ Rp 200 = Rp 1000
  2. Jika diketahui target penjualan produk perusahaan adalah sepuluh ribu unit per periode sedangkan titik impas besarnya seribu unit, maka hitunglah margin of safety.
    MS= Target Penjualan – Titik Impas  = 10000 unit- 1000 unit = 9000
  3. Jika Anda sebagai pembuat keputusan untuk melakukan keputusan beli atau buat sendiri produk perusahaan, berdasarkan tabel 1. berikut, apa keputusan Anda dan berikan penjelasannya.

Tabel 1. Ikhtisar Keputusan Beli atau Buat Sendiri

Kondisi
Beli (Rp)
Buat (Rp)
Keputusan
Umur ekonomis sudah habis
10.000
9.000
Buat
UE belum habis, BOP bisa dialihkan
9.000
11.000
Beli
UE belum habis, BOP tidak bisa dialihkan
10.000
11.000
Beli

 

Tugas 1 Mnajemen Akuntansi (manajemen UT)


Sujana

#018469526

 

SOAL NO. 1

 

PT. JAWARA mempunyai neraca dan laporan laba rugi periode 31 Desember 2010 berikut ini:

 

PT. JAWARA

NERACA PER 31 DESEMBER 2009

(dalam ribuan rupiah)

 

 
 
Kas
3.000
Piutang
15.000
Cadangan penghapusan piutang
(1.500)
Persediaan
12.000
Aset tetap
40.000
Akumulasi penyusutan
(10.000)
 
------------ +
Jumlah aset
58.500
 
--------------
Utang dagang
8.000
Utang obligasi
16.000
Modal saham
12.000
Laba ditahan
22.500
 
----------- +
Jumlah utang
58.500
 
-------------

 

 

PT JAWARA

LAPORAN LABA RUGI

Untuk periode yang berakhir per 31 DESEMBER 2009

(Dalam Ribuan Rupiah)

 

Penjualan
 
36.000
Persediaan awal
19.200
 
Pembelian
12.000
 
Barang siap dijual
31.200
 
Persediaan akhir
(14.400)
 
 
----------- +
 
Harga Pokok Penjualan
 
16.800
 
 
------------ -
Laba kotor
 
19.200
Biaya operasi
 
 
Penghapusan piutang
1.800
 
Penyusutan aktiva tetap
4.800
 
Biaya penjualan
2.400
 
Biaya operasi lain
3.600
 
 
----------- +
 
Total biaya operasi
 
(12.600)
 
 
----------- -
Laba bersih
 
6.600
 
 
 

 

Pertanyaan:

 

Berdasarkan Neraca dan Laporan Laba Rugi  PT. AULIA KANNA tersebut, maka hitunglah:

 

1.       Rasio likuiditas
 
 
A.       Rasio lancar =
Aset lancar                58.500
----------------------------= ---------------- = 1
utang lancar              58.500

 
 
 
B.       Rasio Kas 
Kas + Surat Berharga           40.000
----------------------------= ---------------- = 0,6837
       utang lancar                   58.500
 

 
 
 
 
 
2.   Rasio Solvabillitas
 
 
 Rasio Solvabilitas
 
Modal Sendiri           19.200
-------------------= ---------------- = 0,3282
Total Aktiva              58.500

 
 
 
 
 
3.   Rasio Utang
 
 
      Rasio Total Debt to Equity   =
Total utang       58.500
  ------------------------ = ------------ = 1
Total aset         58.500
                   
 
 
 
4.  Rasio Aktivitas
 
 
     Rasio Perputaran Aktiva 
 
 
Penjualan                 36.000
-------------------------- = ------------- = 0,6158
Aktiva usaha            58.500
 
 
 
 
5.  Rasio Laba
 
 
     Return On Asset
Laba Bersih          6.600
----------------= ------------ = 0,11282
Total Aset           58.500
 
 
 
 
 
 
 
6.  Rasio Rentabilitas
 
 
     Rasio Rentabilitas
 
Laba Usaha              6.600
-------------------= ---------------- = 0,11282
Aktiva Usaha          58.500

 
 

 

SOAL NO. 2

PT. TUTONISIA memiliki data produksi, penjualan dan sediaan selama dua tahun sebagai berikut:

2008                                                     2009

  • Sediaan awal barang jadi                       -                                                     400.000
  • Produksi                                         1.920.000                                          1.920.000
  • Penjualan                                        1.120.000                                          1.280.000
  • Sediaan akhir                                     400.000                                                              -
    Asumsikan biaya variabel per unit adalah sebagai berikut:

  • Bahan baku langsung  = Rp. 32.000
  • Tenaga kerja langsung = Rp.12.000
  • Biaya overhead variabel = Rp. 4.000 (aktual = estimasian)
  • Biaya penjualan dan administrasi  = Rp. 2.000
    Informasi lain adalah:
  • Biaya overhead tetap setiap tahun (asumsikan aktual = estimasian) = Rp. 96.000.000
  • Kapasitas produksi normal = 960.000 unit per tahun
  • Biaya penjualan dan administrasi tetap = Rp. 32.000.000 per tahun
  • Harga jual per unit = Rp. 80.000
     
    Pertanyaan:
    Berdasarkan data tersebut, maka hitunglah selisih laba pada tahun 2008 dan 2009.
    Laporan Laba Rugi tahun 2008

Penjualan
 
1.120.000
Persediaan awal
 
 
Barang siap dijual
1.920.000
 
Persediaan akhir
   (400.000)
 
 
----------- +
 
Harga Pokok Penjualan
 
1.520.000
 
 
 
 
 
------------ -
Laba kotor
 
-          400.000
Biaya operasi
32.000
 
Tenaga kerja
12.000
 
Biaya overhead variable
4000
 
Biaya penjualan+admin
2000
 
 
 
 
 
----------- +
 
Total biaya operasi
 
 (50.000)
 
 
----------- -
Laba bersih
 
-          450.000
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
-           

 

Laba Rugi  tahun 2009

Penjualan
 
1.280.000
Persediaan awal
400.000
 
Pembelian
 
 
Barang siap dijual
1.920.000
 
Persediaan akhir
 
 
 
----------- +
 
Harga Pokok Penjualan
 
2.320.000
 
 
------------ -
Laba kotor
 
-          1.140.000
Biaya operasi
32.000
 
Tenaga kerja
12.000
 
Biaya overhead variable
4000
 
Biaya penjualan+admin
2000
 
 
 
 
 
----------- +
 
Total biaya operasi
 
 (50.000)
 
 
----------- -
Laba bersih
 
-          1.190.000
 
 
Selisih laba 2009 -2008 Adalah -450 – 1.190.000 =   -1.640.000
 
-           
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

SOAL NO.3

Perusahaan Es krim ”PANDA PO” hanya menggunakan 80% dari kapasitas yang dimilikinya (450 juta galon), sehingga produksi es krim hanya sekitar 360 juta galon. Biaya per galon untuk tingkat produksi 360 juta galon adalah sebagai berikut:

  • Biaya Variabel: Ramuan susu, keju mentega= Rp. 105.000,-, Gula = Rp. 15.000,-, Perasa = Rp. 22.500,-, Tenaga kerja langsung = Rp. 37.500,-, Pengemasan = Rp. 30.000,-, Komisi = Rp. 3.000,-, Distribusi = Rp. 4.500,-, Lain-lain= Rp. 7.500,-
  • Total Biaya Tetap = Rp. 14.550,-
    Sebuah distributor es krim yaitu PT. TIGRESS dari suatu daerah yang biasanya tidak pernah dilayani oleh perusahaan mengajukan permohonan pembelian sebanyak 60 juta galon dengan harga Rp. 186.600 per galon, tetapi distributor tersebut meminta untuk pasang label sendiri pada es krim tersebut. Distributor juga bersedia membayar biaya transportasi.
    Pertanyaan:
    Berdasarkan data-data tersebut, apakah perusahaan harus menerima atau menolak pesanan? Sertakan perhitungan anda yang dapat mendukung keputusan menerima atau menolak pesanan tersebut.
    Jawab
    Menolak